When i try to upgrade my life..
Sebagai seorang mahasiswa baru, tentu aja banyak hal yang berubah dari diri gue. Gue yang dulunya males banget sekarang engga bisa yang namanya santai-santai. Gue harus belajar supaya gue bisa memenuhi standar yang ada di fakultas gue.
Ngomong-ngomong soal "mengubah kebiasaan" gue sama sahabat gue yang dulunya hobinya nongkrong kesana-sini bahkan masih minggu-minggu ujian, jadi jarang ketemu. Walau gue dan mereka satu univ tapi jadwal kami bentrok terus, sekali-kali gue ketemu 1 doang dan beberapa hari yang lalu malah abis nongkrong lagi, biasalah melepas beban lelah yang kami tutup rapat-rapat dari orang-orang yang belum mengenal kami dengan baik.
Dia cerita ke gue, tentang jurusannya yang memerlukan tanggung jawab tinggi dan juga tentang sahabat-sahabat kami yang sekarang ada di univ lain. Dia juga bilang, dia belum bisa moveon dari masa-masa SMA lalu bagaimana dengan gue? Gue engga mau munafik, gue kangen masa SMA gue dimana gue bisa dengan santainya main hp di belakang tanpa takut ketahuan guru, gue juga bisa dengan santainya nyontek saat ujian fisika kalau gue engga ngerti ( gue hate banget sama fisika dan bagi gue fisika itu menyebalkan). Mungkin itulah faktor kenapa gue masuk swasta, karena gue engga serius belajar. Menyesal? iya, tapi gue engga bisa memutar hidup gue kembali.
Kami juga sempet membahas kenapa kita waktu jaman-jamannya pendidikan gratis, engga di manfaatin dengan baik. Gue juga mengakui gue juga dulu terlalu menganggap santai sesuatu sampai pada akhirnya sadar di akhir, kalau aja dulu gue menghargai fasilitas yang di berikan dengan baik mungkin gue engga akan masuk swasta. Tapi sekali lagi, manusia itu sukanya milih yang enak aja dan kejadian itu terjadi di kami.
Terus dia nanya ke gue, gimana caranya gue belajar dengan materi gue yang sebanyak itu? well, gue belajarnya ya biasa aja, engga ada yang spesial. Gue yang emang kehilangan sifat ambis gue di SMA mulai memunculkan lagi saat kuliah, gue engga bisa yang namanya nganggep enteng tentang kuliah gue, kuliah gue itu mahal dan gue sangat merasa berdosa saat harus masuk swasta. Gue juga engga akan tega males-malesan melihat orang tua gue yang kerja keras buat gue dan demi pendidikan gue.
Salam Hangat
Vanessa
Comments
Post a Comment